Jumat, 21 April 2017

China berhasil luncurkan pesawat kargo antariksa pertama



China berhasil luncurkan pesawat kargo antariksa pertama
Ilustrasi - Bendera China (Wikimedia Commons)


Beijing (CB) - China berhasil meluncurkan pesawat kargo antariksa pertama, Kamis, pukul 19.41 waktu setempat (18.41 WIB), guna melaksanakan uji coba teknologi pembangunan stasiun ruang angkasa berawak pada 2022.

Tianzhou-1 yang merupakan pesawat ruang angkasa terbesar dan terberat yang dibangun oleh China itu mengangkasa dengan roket peluncur Long March 7 dari Pusat Peluncuran Antariksa di Wenchang, Provinsi Hainan, pulau kecil di selatan daratan Tiongkok.

Menurut Lembaga Awak Ruang Angkasa China, setelah memasuki orbit yang berjarak sekitar 380 kilometer di atas permukaan bumi, Tianzhou-1 akan menjalani tiga kali doking bersama Tiangong II di laboratorium ruang angkasa untuk suplai bahan bakar dan tugas lain.

Misi tersebut memungkinkan para ilmuwan untuk menguji coba teknologi penyuplaian bahan bakar di orbit tersebut sebagai elemen terpenting dalam mengoperasikan stasiun ruang angkasa berawak.

Tianzhou-1 masih akan berdinas di ruang angkasa selama sekitar lima bulan. Dua bulan dihabiskan bersama Tiangong II dan tiga bulan berada di orbit terpisah, demikian pernyataan lembaga tersebut sebagaimana dikutip media resmi setempat.

Jika misi tersebut sesuai rencana, maka China menjadi negara kedua yang berhasil melaksanakan pengisian bahan bakar di orbit setelah Rusia.

Pesawat pengangkut yang dibangun oleh Akademi Teknologi Ruang Angkasa China itu panjangnya mencapai 10,6 meter dengan garis tengah 3,35 meter. Berat maksimum saat tinggal landas mencapai 13,5 metrik ton dan mampu mengangkut 6,5 ton bahan bakar dan material lainnya.

Tiangong II, pesawat ruang angkasa terbesar dan terberat China lainnya sebelum Tianzhou-1, panjangnya hanya 10,4 meter dengan garis tengah 3,35 meter dan berat hanya 8,6 ton.

Daya angkut yang mencapai 6,5 ton itu menjadikan Tianzhou-1 sebagai pesawat kargo antariksa berkemampuan terbesar di dunia.

Sebagai perbandingan H-II Transfer Vehicle buatan Jepang berdaya angkut 6 ton, Cygnus dan Dragon (keduanya buatan Amerika Serikat) masing-masing hanya mampu mengangkut logistik ke ruang angkasa seberat 3,5 dan 3,3 ton, dan Progress-MS buatan Rusia hanya 2,2 ton.

Pada masa mendatang, seri Tianzhou akan ditugaskan mengangkut bahan bakar dan keperluan lainnya di stasiun ruang angkasa China.

Pembangunan stasiun antariksa itu akan dimulai pada tahun depan dan diharapkan bisa beroperasi pada 2022.



Credit  antaranews.com