Kamis, 27 April 2017

Korea Utara Membual Lenyapkan AS dengan 5 Juta Bom Nuklir


Korea Utara Membual Lenyapkan AS dengan 5 Juta Bom Nuklir
Tembakan artileri pasukan Korea Utara dalam manuver besar-besaran pada 25 April 2017. Foto / REUTERS


PYONGYANG - Korea Utara (Korut) membual siap melenyapkan Amerika Serikat (AS) dengan “lima juta bom nuklir” yang ditembakkan tentara remaja. Sesumbar Korut ini muncul dalam publikasi Korean Central News Agency (KCNA), media rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un.

Gertakan Pyongyang dengan lima juta bom nuklir itu diragukan. SINDOnews pada pemberitaan 11 April 2017 lalu merinci kekuatan militer Korut dengan data dari Global Firepower, di mana jumlah bom nuklir yang dimiliki rezim Kim Jong-un hanya sekitar 10 unit.

Rincian kekuatan militer Pyongyang itu antara lain, tentara aktif sebanyak 700.000 personel. tentara cadangan sebanyak 4,5 juta personel. Total pesawat 944 unit. Jumlah kapal perang perusak tak terdeteksi. Kemudian anggaran pertahanan tahunan mencapai USD7.500.000.000. Jumlah artileri derek sebanyak 4.500 unit dan stok bom nuklir 10 unit.



Tapi, KCNA melaporkan pihak Central Committee of the Kimilsungist-Kimjongilist Youth League, sebuah komite tentara pemuda Korut, bisa meluncurkan serangan bom nuklir yang bisa melenyapkan AS. ”Para pemuda tersebut menjaga diri siap berperang tanpa ampun untuk melenyapkan kelompok setan (AS) dengan lima juta bom nuklir,” bunyi laporan KCNA, yang dilansir Daily Star, semalam (26/4/2017).

Komite itu menyebut AS mencoba membawa bencana nuklir ke negara yang tidak dapat diganggu gugat. Komite tersebut dalam pesan lainnya juga memperingatkan bahwa “bumi akan hancur” saat serangan diluncurkan.

Peringatan itu muncul saat Kim Jong-un meluncurkan latihan militer terbesar yang pernah ada. Manuver Pyongyang tersebut menampilkan senjata artileri dalam jumlah besar. Dalam berbagai dokumen foto juga tampak ratusan tank Korut berjejer di sepanjang kota pesisir timur Wonsan saat pamer kekuatan untuk merayakan hari jadi militer Pyongyang yang ke-85 tahun.

Sebagai tanggapan, pasukan AS dan Korea Selatan juga menggelar latihan perang provokatif di dekat perbatasan Korut. Sekitar 2.000 tentara AS dan Korea Selatan turun ke medan latihan tempur di Seungjin, Pocheon, Korea Selatan, yang dekat dengan perbatasan Korut.

Analis senior Jonathan Pollack dari kelompok think tank Brookings Institution memperingatkan risiko yang akan dialami AS jika konfrontasi dengan Korut. ”Kita bisa tersandung sia-sia ke dalam apa yang menjadi krisis terbesar di Asia Timur sejak AS melakukan intervensi dalam Perang Korea pada tahun 1950,” katanya. 





Credit sindonews.com