Jumat, 19 Mei 2017

Jet-jet AS Bombardir Konvoi Tank Pasukan Assad


Jet-jet AS Bombardir Konvoi Tank Pasukan Assad
Jet-jet AS menyerang konvoi tank pasukan rezim Bashar al-Assad. Foto/Istimewa
 

DAMASKUS - Pesawat koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) membom pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Suriah pada hari Kamis kemarin. Aksi dilakukan setelah pasukan pro pemerintah Suriah maju terlalu dekat dengan sebuah pangkalan dimana pasukan khusus Barat melatih pejuang Suriah.

Dikutip dari Telegraph, Jumat (19/5/2017), jet AS diketahui telah menyerang sebuah konvoi dari 27 tank saat mereka bergerak ke dalam jarak tempuh 15 mil dari sebuah garnisun koalisi di al-Tanf, sebuah titik persimpangan perbatasan ke Irak di selatan Suriah. Insiden ini menandai bentrokan langsung antara pasukan koalisi dan pejuang dengan rezim Bashar al-Assad.

"Sebuah konvoi yang menyusuri jalan tidak menanggapi peringatan agar tidak terlalu dekat dengan pasukan koalisi di al-Tanf," beber seorang pejabat AS mengkonfirmasi insiden itu. Ia mengatakan tank-tank Suriah melanggar apa yang disebut radius zona dekonfliksi di sekitar kamp.

Pesawat AS kemudian berusaha untuk terbang di atas konvoi tank rezim tersebut. Namun saat konvoi tersebut tidak berbalik, mereka melakukan penyerangan terhadap beberapa kendaraan tersebut.

"Lalu akhirnya ada penyerangan terhadap bagian utama dari konvoi tersebut," kata pejabat tadi.

Juru bicara brigade Maghawir al-Thawra FSA yang berada di kamp tersebut, Mozahem al-Saloum mengatakan, para pejuang dilatih hanya untuk melawan ISIS. Namun mereka pada akhirnya dipaksa untuk "membela diri" terlibat pertempuran dengan milisi pro rezim.

"Rezim dan orang-orang Iran tidak seharusnya mendekat, namun hari ini, rezim tersebut memutuskan bahwa mereka ingin mengambil alih batas perbatasan al-Tanf dan titik persimpangan utama di sana, yaitu saat tentara SAA (Syrian Arab Army) dan orang-orang Iran bentrok [dengan ] Pasukan kita," tuturnya.

Ia mengatakan brigade FSA memberi tahu AS bahwa mereka diserang dan koalisi bergerak dan menargetkan jalan Damaskus-Baghdad. Diyakini, insiden ini menimbulkan korban jiwa.




Credit  sindonews.com


Militer AS Bombardir Pasukan Pro-Assad di Suriah


Militer AS Bombardir Pasukan Pro-Assad di Suriah
Pesawat jet tempur F-15E Amerika Serikat yang beroperasi di Suriah. Militer AS serang pasukan pro-rezim Suriah karena bergerak ke zona deeskalasi. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) membombardir pasukan pro-Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Serangan udara AS ini diluncurkan setelah pasukan pro-Assad mengabaikan peringatan berulang kali dari koalisi AS dan Rusia untuk tidak beroperasi di zona deeskalasi.

Serangan terbaru militer AS terhadap pasukan pro-rezim Suriah itu diungkap para pejabat Pentagon, Kamis.

Pasukan Suriah yang berada di dalam beberapa kendaraan termasuk tank tempur bergerak di dekat perbatasan Yordania. Pergerakan itu dianggap mengancam mitra koalisi AS di lapangan.

”Komandan koalisi menilai ancaman tersebut dan setelah menunjukkan kekuatan pasokan pro-rezim Suriah menolak untuk keluar dari zona dekonstruksi. Komandan memerintahkan serangan udara sebagai perlindungan paksa,” kata seorang pejabat senior Pentagon kepada Fox News, Jumat (19/5/2017).

Sumber militer AS lainnya mengatakan kepada Associated Press bahwa pasukan pro-rezim Suriah siap menyerang wilayah yang di dalamnya terdapat para penasihat militer AS.

”Mereka membangun sebuah posisi pertempuran sekitar 55 kilometer dari sebuah markas koalisi AS yang dekat dengan At Tanf, di mana penasihat (militer) melatih anggota Pasukan Demokratik Suriah dan Koalisi Arab Suriah,” ujar pejabat Pentagon yang lain.

AS dan Rusia—sekutu rezim Assad—sebelumnya telah membentuk zona penyangga di sekitar wilayah operasi militer di Suriah untuk menghindari konflik. Masing-masing pihak sepakat untuk memberitahukan satu sama lain jika ada pengerahan pasukan di area zona penyangga.

Dalam kasus ini, lanjut pejabat Pentagon, Rusia berkali-kali mencoba menghubungi pasukan Suriah. Pada saat itulah, AS dan jet tempur koalisi meningkatkan peringatan.

”Kami melakukan demonstrasi. Kami melakukan tembakan peringatan. Semua tidak berhasil,” imbuh pejabat Pentagon yang berbicara dalam kondisi anonim.

Serangan AS terhadap pasukan pro-Suriah ini merupakan yang pertama sejak Pentagon menghujani pangkalan udara Shayrat, Homs, Suriah, dengan 57 rudal Tomahawk beberapa waktu lalu.

Masih menurut pejabat Pentagon, serangan AS terhadap pasukan pro-Assad kemarin tidak mencerminkan eskalasi. ”Tidak ada perubahan kebijakan,” ujarnya.




Credit  sindonews.com