Selasa, 23 Mei 2017

Mengapa di Riyadh Trump tak pakai retorika keras terhadap Islam


Mengapa di Riyadh Trump tak pakai retorika keras terhadap Islam
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)


Riyadh, Arab Saudi (CB) - Presiden Amerika Serikat Trump menyampaikan kalimat "ekstremisme islamis" sewaktu berbicara kepada 50 pemimpin negara-negara muslim dalam KTT Islam-Amerika Serikat di Riyadh.  Istilah itu dianggap lebih lembut ketimbang "terorisme Islam radikal" yang sering dia kemukakan sewaktu kampanye Pemilu AS 2016.

Mengenai hal ini seorang pejabat Gedung Putih berkilah bahwa Trump hanya mengalami kelelahan. "Hanya orang yang sudah kelelahan," kata dia kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

Istilah "ekstremisme islamis" merujuk kepada islamisme sebagai gerakan politik ketimbang Islam sebagai agama. Istilah ini kerap disampaikan Trump saat mengkritik pemerintahan AS sebelumnya pimpinan Barack Obama yang mengenalkan istilah itu.

Sewaktu masih menjadi calon presiden, Trump pernah berjanji melarang muslim masuk ke AS. Saat menjadi presiden, dia mengeluarkan Keppres yang melarang orang-orang dari negara muslim tertentu masuk ke AS, yang kemudian dimentahkan pengadilan karena dianggap diskriminatif.

Perubahan intonasi kalimat Trump dalam soal Islam ini adalah upaya Trump dalam mendefinisikan kembali hubungan AS dengan dunia muslim.

Filosofi "America first" Trump telah mengantarkannya memenangi Pemilu 2016 dan menyusuhkan sekutu-sekutu AS yang selama ini tergantung kepada dukungan militer AS.


Credit  antaranews.com


Lembutkan retorika, Donald Trump seru dunia Islam usir ekstrimis


Lembutkan retorika, Donald Trump seru dunia Islam usir ekstrimis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS)
Usir mereka! Usir mereka dari tempat ibadah Anda semua, usir mereka dari masyarakat Anda semua, usir mereka dari tanah suci Anda dan usir mereka dari muka bumi ini

Riyadh, Arab Saudi (CB) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para pemimpin dunia Arab dan Islam untuk bersatu dan bersama-bersama mengalahkan para ekstremis islamis. Trump meminta dunia Islam mengusir teroris dengan mengubah retorika kerasnya terhadap muslim.

Trump menyebut Iran kunci utama pendanaan dan sponsor kelompok militan. Kalimatnya sejalan dengan Arab Saudi, sebaliknya mengirimkan pesan keras kepada Teheran pada hari ketika Hassan Rouhani memenangkan priode kedua kepresidenannya di Iran.

Presiden AS ini tidak menggunakan istilah "terorisme Islam radikal" dalam pidatonya. Ini petunjuk dia mendengarkan para pembantunya untuk menggunakan kalimat yang lebih moderat di Timur Tengah setelah menggunakan kalimat keras itu berulang kali ketika masih menjadi calon presiden.

"Terorisme telah menyebar ke seluruh dunia. Tetapi jalan menuju perdamaian tepat dimulai di sini, di tanah purba ini, di tanah yang suci ini," kata Trump kepada pemimpin 50 negara mayoritas muslim yang mewakili satu miliar penduduk dunia ini.

"Masa depan yang lebih baik hanya mungkin ada jika negara Anda mengusir para teroris dan mengusir ekstrimis-ekstrimis. Usir mereka! Usir mereka dari tempat ibadah Anda semua, usir mereka dari masyarakat Anda semua, usir mereka dari tanah suci Anda dan usir mereka dari muka bumi ini," kata Trump.

Pidato pertama Trump di luar negeri ini membuka kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dan cara dia menyelesaikan masalah, yang berbeda sekali dengan cara dia menutup skandal di dalam negeri setelah memecat direktur FBI James Comey dua pekan lalu.

Dia menyebut konflik ini sebagai kejahatan melawan kebatilan, bukan konflik peradaban. Dia tegas menyatakan Washington akan menjadi mitra Timur Tengah, namun dia meminta imbalan langkah lebih banyak dari Timur Tengah.

"Masih banyak tugas yang harus dikerjakan. Itu artinya menghadapi krisis ekstremisme Islam dan para islamis, dan teror islamis dalam berbagai bentuk," kata Trump dalam pidatonya seperti dikutip Reuters.





Credit  antaranews.com