Senin, 22 Mei 2017

Raja dan Ratu Swedia Kunjungi Indonesia Bawa Isu Lingkungan


Raja dan Ratu Swedia Kunjungi Indonesia Bawa Isu Lingkungan 
Raja Swedia Carl XVI Gustaf diagendakan mengunjungi Indonesia pada 22-25 Mei 2017 (Foto: REUTERS/Charles Platiau)


Jakarta, CB -- Pimpinan monarki Swedia, Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia diagendakan mengunjungi Indonesia besok (22/5) hingga. Ada sejumlah agenda yang diusung Raja dan Ratu Swedi dalam kunjungannya kali ini.

Isu lingkungan dan konservasi alam menjadi perhatian utama Raja Swedia dalam kunjungannya. Fokus utama Swedia pada masalah lingkungan disebut menjadi salah satu alasannya.

Seperti diketahui, Swedia masuk dalam salah satu negara terbaik untuk urusan lingkungan.


"Swedia memiliki reputasi global untuk mempromosikan isu lingjungan dan sejumlah isu lain yang menjadi sorotan dunia, seperti masalah bantuan kemanusiaan," bunyi pernyataan resmi di situs Kementerian Luar Negeri RI.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima kunjungan Raja dan Ratu Swedia di Istana Bogor, Senin (22/5). Selama di Bogor, Raja dan Ratu Swedia juga diagendakan mengunjungi pusat penelitian hutan internasional CIFOR.

Dilaporkan Antara, pemerintah Swedia, Indonesia, dan CIFOR akan berbagi visi untuk menciptakan dunia yang berkelanjutan, dengan peran kunci untuk penelitian dan inovasi kehutanan. Salah satunya mengenai undang-undang yang berlaku lebih dari 100 tahun di Swedia yang mengharuskan untuk menanam kembali pohon yang sudah ditebang.


Selain isu lingkungan, Swedia juga ingin memperkuat kerjasama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. Dalam lawatannya, Raja dan Ratu Swedia juga diagendakan mengunjungi Bandung untuk melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Upaya peningkatan perdagangan, investasi, dan jumlah kunjungan wisatawan antara kedua negara juga tak luput dalam pembahasan pertemuan kedua pimpinan negara.

Raja Carl XVI Gustaf sebelumnya sudah pernah ke Indonesia pada tahun 2012. Sementara bagi Ratu Silvia ini menjadi kunjungan pertamanya sejak hubungan diplomatik dengan Indonesia pada tahun 1952



Credit  cnnindonesia.com


Raja Swedia Boyong 60 Pengusaha ke Indonesia


 Raja Swedia Boyong 60 Pengusaha ke Indonesia 
Raja Carl Gustaf dari Swedia akan membawa delegasi bisnis beranggota 60 orang ke Indonesia. (REUTERS/Charles Platiau)


Jakarta, CB -- Raja Swedia Carl XVI Gustaf bersama Ratu Silvia berencana berkunjung ke Indonesia pada 22-25 Mei dan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Menurut Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, kunjungan Raja Carl Gustaf bersama Sang Ratu ke Indonesia nanti terfokus pada penguatan investasi, perdagangan, kerja sama bidang energi baru dan terbarukan, serta riset teknologi antar kedua negara.

“Karena itu, kunjungan Raja Swedia ke Indonesia nanti juga turut membawa delegasi bisnis yang terdiri dari sekitar 60 pengusaha dari 35 perusahaan Swedia, salah satu yang ternama adalah Marcus Wollenberg,” tutur Witjaksono di Gedung Kemlu, Jakarta, Kamis (18/5).


Menurut Witjaksono, selama 67 tahun hubungan bilateral Jakarta dan Stockholm terjalin, kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara terus menguat. Hingga kini, tercatat investasi Swedia yang masuk ke Indonesia telah mencapai US$78 miliar.

Saat ini, Witjaksono menuturkan, kedua negara masih berupaya menghasilkan sejumlah kesepakatan yang bisa disetujui kedua kepala negara saat pertemuan berlagsung. Salah satunya, tutur dia, perjanjian bebas visa dan kerja sama bidang ekonomi kreatif antar kedua negara.

“Selain kesepakatan government to government, kunjungan Raja Swedia nanti juga bisa membuahkan kesepakatan ekonomi bisnis antara agency to agency,” ucapnya.

Senada dengan Witjaksono, Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro mengatakan kunjungan Raja Swedia ini menjadi peluang Indonesia untuk menjalin kerja sama yang lebih erat lagi dalam hal ekonomi dan pemajuan riset teknologi.

Sebab, Swedia, menurutnya telah menjadi pusat inovasi dunia. Terbukti banyak produk dan teknologi asal negara Skandinavia itu menjadi tren dunia, termasuk di Indonesia seperti Spotify, Skype, teknologi bluetooth, produk furniture IKEA, dan merk baju H&M.

“Kami melihat kalau kesempatan ini bisa memperbanyak job creation bagi jutaan pekerja. Maka penguatan hubungan kedua negara perlu kita gali lagi,” kata Bagas.

Selain Jakarta dan Bogor, Raja Swedia juga direncanakan akan berkunjung ke Center for International Forestry Research atau CIFOR di Bogor. Raja Carl dikenal memiliki ketertarikan dalam bidang pelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
Raja Carl Gustaf akan berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya.Raja Carl Gustaf akan berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. (REUTERS/TT News Agency/Fredrik Sandberg)
Kehutanan, keanekaragaman hayati, dan terumbu karang menjadi perhatian sendiri bagi Raja Swedia. Hal itu, tutur Bagas, juga menjadi salah satu magnet bagi Swedia untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia.

“Indonesia terkenal dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayatinya. Raja Swedia mempunyai personal attachment dengan pengelolaan lingkungan khususnya kehutanan dan terumbu karang di Indonesia,“ kata Bagas.

Kunjungan Raja Carl Gustaf sebagai kepala negara ke Indonesia merupakan yang pertama sejak hubungan diplomatik Jakarta-Stockholm terjalin sekitar 1950 lalu. Bagas mengatakan, isu politik tidak akan dibahas Raja Carl saat bertemu dengan Jokowi.

“Raja adalah simbol negara Swedia dan berada di atas semua golongan. Jadi isu bersifat politik seperti terorisme tidak akan dibahas oleh beliau saat bertemu dengan Presiden Jokowi,” ujarnya.

“Namun, pembicaran politik tidak menutup kemungkinan akan dibahas antar menteri karena Raja Carl juga akan didampingi menlu dan sekretaris kementerian kesehatan urusan anak dan perempuannya,” kata Bagas menambahkan.






Credit  cnnindonesia.com