Jumat, 23 Juni 2017

UEA Miliki Penjara Penyiksaan Rahasia di Yaman, AS Ikut Terlibat


UEA Miliki Penjara Penyiksaan Rahasia di Yaman, AS Ikut Terlibat
Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam menjalankan penjara penyiksaan rahasia di Yaman yang melibatkan personel AS. Foto/Ilustrasi/REUTERS


SANAA - Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam mengoperasikan penjara penyiksaan rahasia di Yaman untuk para tersangka teroris. Para personel Amerika Serikat (AS) ikut terlibat dalam interogasi.

Investigasi AP mengungkap jaringan “situs hitam” yang dioperasikan UEA di negara yang dilanda perang tersebut. Laporan investigasi itu menyebut setidaknya ada 18 penjara klandestin di Yaman selatan yang dioperasikan UEA maupun pasukan Yaman yang dilatih negara-negara Arab.

Menurut laporan yang dirilis hari Kamis tersebut, diperkirakan ada 2.000 tahanan di penjara-penjara rahasia di Yaman. Mereka mengalami penganiayaan dan penyiksaan dan tidak memiliki perlindungan hukum.

Militer AS, lanjut laporan itu, menyediakan daftar pertanyaan untuk para tahanan dan menerima transkrip interogasi yang dilakukan di penjara-penjara “hitam”, yang berpotensi melibatkan para personel AS dalam penyiksaan tahanan.

Laporan investigasi AP ini juga bersumber dari wawancara dengan puluhan orang, termasuk mantan narapidana, anggota keluarga orang-orang yang ditahan, pengacara, serta pejabat Yaman dan AS.

Sebagian besar sumber berbicara dengan syarat anonim, karena khawatir terkena tindakan serta tidak memiliki wewenang untuk membahas masalah ini dengan media.

UAE adalah bagian dari koalisi negara-negara yang dipimpin Arab Saudi yang melakukan agresi di Yaman sejak Maret 2015 untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi, musuh Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi. AS tak terlibat langsung dalam agresi, namun memberikan bantuan pengisian bahan bakar pesawat-pesawat tempur koalisi Arab dan data intelijen.

Penjara-penjara penyiksaan rahasia yang dijalankan UEA itu berbasis di pangkalan militer, termasuk di seberang laut di Eritrea. Penjara-penjara rahasia itu tersebar di pelabuhan, bandara, vila pribadi dan bahkan kelab malam.

Para mantan narapidana menceritakan bagaimana mereka dimasukkan ke dalam kontainer pengiriman dan bahkan diolesi tinja. Beberapa dari mereka dicambuk dengan kabel, dikunci di dalam sebuah wadah dengan api yang menyala. Ada juga yang diikat dalam lingkaran api.

”Kami bisa mendengar jeritan tersebut,” kata seorang mantan tahanan, yang menghabiskan setengah tahun di sebuah penjara yang terletak di bandara Riyan dekat Kota Mukalla, Yaman timur.

Dia mengklaim bahwa ”hampir semua orang sakit” dan sisanya meninggal akibat disiksa. Sementara itu, para pejabat AS yang dikutip oleh AP mengaku tidak memiliki informasi perihal keterlibatan personel AS dalam pelanggaran langsung. Namun, anggota unit khusus Yaman (Hadramawt Elite), yang diciptakan oleh UEA, mengklaim pasukan AS berada di dekat mereka selama proses tersebut.

Unit operasi khusus yang dilatih UEA tersebut beroperasi di Mukalla dengan target kelompok cabang Al-Qaeda. sekitar 400 orang ditangkap di daerah tersebut karena diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP).

Beberapa pejabat Yaman mengatakan bahwa orang-orang Amerika melakukan interogasi terhadap tersangka teroris dengan kapal-kapal dari pantai Yaman. Salah seorang dari pejabat mengatakan bahwa dia telah menyaksikan tahanan dibawa untuk diinterogasi ke sebuah kapal dimana dia bertugas pada saat itu. Menurutnya, interogasi dilakukan oleh para ahli Amerika. 


Setelah laporan penyiksaan tahanan di penjara-penjara rahasia di Yaman menyebar, Pentagon menyatakan akan menyelidiki tuduhan penyiksaan tersebut.

”Kami tidak akan menutup mata, karena kami berkewajiban melaporkan pelanggaran hak asasi manusia,” kata juru bicara Pentagon Dana White, Jumat (23/6/2017). “AS selalu mengikuti standar tertinggi perilaku pribadi dan profesional.”




Credit  sindonews.com