Jumat, 18 Agustus 2017

Drone DJI Kini Bisa Pakai Fitur Offline



Sebuah drone DJI Phantom 4 Pro+ ditampilkan dalam CES 2017 di Las Vegas, AS, 6 Januari 2017. REUTERS/Steve Marcus
Sebuah drone DJI Phantom 4 Pro+ ditampilkan dalam CES 2017 di Las Vegas, AS, 6 Januari 2017. REUTERS/Steve Marcus.

CB, Washington D.C. - Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon, mencurigai Drone DJI bisa mengirimkan data-data sensitif lewat koneksi Internet. Data-data tersebut, menurut Pentagon, bisa dikirimkan melalui GPS, baterai, kamera, dan aplikasi DJI.

Imbasnya, penggunaan drone besutan perusahaan Cina tersebut di kalangan militer dihentikan sejak awal Agustus lalu. Seolah menjawab hal tersebut, DJI meluncurkan mode offline di drone mereka. Sehingga, wahana nirawak ini bisa terbang tanpa koneksi Internet.

Selama ini, drone DJI butuh Internet untuk menaikkan versi software dan peta. Fitur ini dibutuhkan pengguna untuk melakukan backup flight log alias rute penerbangan, foto, dan video ke server DJI.

Namun, sebetulnya, fungsi online tersebut tidak dibutuhkan saat terbang. Tidak adanya koneksi Internet tidak berpengaruh besar pada kinerja terbang.

Saat fitur offline dinyalakan, aplikasi DJI tidak akan mengupdate peta dan larangan terbang. "Ini akan meningkatkan keamanan untuk kegiatan sensitif," kata Vice President Police and Legal Affairs DJI, Brendan Schulman, dalam laman berita PetaPixel, Jumat, 18 Agustus 2017.


Schulman menjelaskan, DJI pun membuat data lokal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perusahaan dan organisasi publik yang menggunakan drone untuk kegiatan yang disebut Pentagon "sensitif" itu. Kegiatan tersebut meliputi pengambilan data atau survei yang melibatkan objek vital, rahasia, dan lembaga pemerintah.

Meski fitur ini dirilis tak lama dengan keputusan Pentagon, tapi DJI menyatakan fitur offline sudah dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. "Ini tidak terkait dengan Pentagon," ujar Schulman. Namun, belum ada kabar terperinci soal seri Drone DJI apa saja yang bisa menggunakan mode ini.



Credit  tempo.co