Rabu, 16 Agustus 2017

Mesin Ukraina, Rahasia di Balik Kejutan Program Rudal Korut


Mesin Ukraina, Rahasia di Balik Kejutan Program Rudal Korut
Rudal Hwasong-14 yang diuji coba Korut Juli lalu. Rudal ini diklaim sebagai rudal balistik antarbenua atau ICBM. Foto/KCNA/REUTERS


LONDON - Para ilmuwan Barat mengungkap bahwa kemajuan yang mengejutkan dari program rudal Korea Utara (Korut) terkait langsung dengan mesin dari pabrik di Ukraina yang diperoleh secara ilegal.

Laporan para ilmuwan itu langsung membuat Kiev marah. Pejabat tinggi Ukraina menyangkal tuduhan itu.

”Tidak ada negara lain yang beralih dari kemampuan (rudal) jarak menengah ke  sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam waktu singkat. Apa yang menjelaskan kemajuan pesat ini? Jawabannya sederhana. Korut telah mengakuisisi mesin propelan cair berkinerja tinggi (LPE) dari sumber asing,” bunyi laporan para ilmuwan Barat pada hari Senin yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London.

Publikasi berjudul “The secret to North Korea's ICBM success” (Rahasia keberhasilan ICBM Korea Utara) itu juga dipublikasikan The New York Times yang didukung penilaian dari badan intelijen Amerika Serikat (AS).



Pria di balik studi tersebut dalah pakar rudal pertahanan untuk IISS, Michael Elleman. Menurutnya, bukti kuat pertama dari kemajuan program rudal jarak jauh Korut yang mengejutkan selama dua tahun terakhir adalah hasil dari LPE era Soviet yang diperoleh Pyongyang.

Elleman melanjutkan, mesin RDE-250—sebuah LPE versi modifikasi yang pernah diproduksi oleh KB Yuzhnoye dari Ukraina—telah digunakan untuk medukung rudal terbaru Korut.”Rudal balistik jarak menengah, Hwasong-12, dan rudal balistik antarbenua (ICBM), Hwasong -14,” kata Elleman, yang dilansir Selasa (15/8/2017).

Merujuk peluncuran rudal terbaru, ahli tersebut mengutip klaim oleh Pentagon dan militer Korea Selatan, yang percaya apa yang diuji Pyongyang pada akhir Juli lalu memang ICBM. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengkategorikannya sebagai rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan dari data pendeteksi rudal milik Moskow.

Elleman melanjutkan, bukti yang ada dengan jelas menunjukkan bahwa mesin yang dimodifikasi dibuat untuk Pyongyang dilakukan oleh produsen aslinya. Sebab, kata dia, orang Korut tidak mungkin melakukan modifikasi sendiri.

”Dikombinasikan dengan tahap kedua, mesin RD-250 single-chamber cukup kuat untuk mengirim ICBM setidaknya ke kota-kota di Pantai Barat Amerika,” kata Elleman memperingatkan.


Menurut pakar IISS, pabrik Ukraina, KB Yuzhnoye, telah hampir mengalami keruntuhan keuangan sejak sekitar 2015. Namun, beberapa pekerjanya diduga terpikat oleh keuntungan finansial dari perdagangan ilegal.

”Pekerja di fasilitas Yuzhnoye di Dnipropetrovsk dan Pavlograd kemungkinan adalah orang pertama yang menderita akibat kemalangan ekonomi, membuat mereka rentan terhadap eksploitasi oleh pedagang, pedagang senjata dan penjahat transnasional yang beroperasi di Rusia, Ukraina dan tempat lain,” imbuh penulis laporan IISS.

Laporan itu dengan cepat disangkal pemerintah Ukraina. ”Ukraina tidak memasok mesin roket atau teknologi rudal ke Korea Utara,” kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina, Aleksandr Turchinov dalam sebuah pernyataan.

“(Ukraina) selalu mematuhi komitmen internasionalnya,” ujar Turchinov, yang mengklaim tidak ada satu pun produsen negara tersebut yang terlibat dalam kesepakatan senjata dengan Pyongyang.




Credit  sindonews.com