Minggu, 22 April 2018

Erdogan Minta AS 'Ngaca' Jika Ingin Pastornya Dibebaskan Turki


Erdogan Minta AS Ngaca Jika Ingin Pastornya Dibebaskan Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS

ISTANBUL - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Amerika Serikat (AS) harus melihat pada tindakannya sendiri jika ingin pastornya yang dipenjara di Turki dibebaskan. Pastor Andrew Brunson ditangkap dan dipenjara di Turki atas tuduhan terlibat upaya kudeta tahun 2016.

Komentar Erdogan yang minta Wasington "ngaca" pada perilakunya sendiri itu disampaikan dalam wawancara secara langsung dengan penyiar NTV yang dikutip Reuters, Minggu (22/4/2018).

Brunson, yang telah tinggal di Turki selama lebih dari dua dekade, didakwa dengan tuduhan membantu kelompok yang bertanggung jawab atas upaya kudeta terhadap Erdogan tahun 2016 lalu.

Pastor Amerika ini menghadapi hukuman 35 tahun penjara. Namun, dia menyangkal terlibat upaya kudeta seperti yang dituduhkan pemerintah Erdogan.

Erdogan sebelumnya telah mengaitkan nasib Brunson dengan nasib Fethullah Gulen, ulama Muslim Turki yang dituduh sebagai salah satu dalang upaya kudeta. Gulen yang telah tinggal di AS sejak tahun 1999 telah membantah tuduhan tersebut.

Turki sudah lama minta Amerika Serikat mengekstradiri Gulen ke Ankara, namun permintaan itu tidak pernah dikabulkan sejak era Presiden Barack Obama.

Permintaan AS agar Brunson dibebaskan itu muncul dari 66 senator yang menandatangani sebuah surat desakan kepada Erdogan.

Surat itu diprakarsai oleh Senator Republik, Thom Tillis, yang mewakili negara bagian asal Brunson, North Carolina, dan Senator Demokrat Jeanne Shaheen. Dalam surat tersebut, para Senator AS mengatakan bahwa Senat mendukung upaya memperkuat kerja sama antara penegak hukum AS dan Turki.

"Namun, kami sangat terganggu bahwa pemerintah Turki telah melampaui tindakan yang sah terhadap komplotan kudeta untuk melemahkan aturan hukum dan tradisi demokratis Turki," bunyi surat tersebut.

Shaheen dan Senator Republik James Lankford, mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa mereka akan mendorong sanksi terhadap pejabat Turki sebagai tanggapan terhadap pemenjaraan Brunson.

Presiden AS Donald Trump juga menyuarakan dukungannya untuk pembebasan Brunson melalui Twitter. "Mereka menyebutnya mata-mata, tapi saya lebih mata-mata daripada dia," tulis Trump mengacu pada Brunson.

Washington telah menyerukan pembebasan Brunson, sedangkan pemerintah Erdogan sejak tahun lalu mengaitkan nasib Brunson dengan Gulen. Artinya, jika Brunson ingin dibebaskan, maka AS harus mengekstradisi Gulen ke Turki.






Credit  sindonews.com